Tim teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pengecekan terhadap kondisi bangunan di Pondok Pesantren Ashkabul Kahfi, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Pengecekan ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 16-18 Oktober 2025.
Pengecekan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan keamanan dan kelayakan infrastruktur pendidikan keagamaan, khususnya di lingkungan pesantren yang terus berkembang di berbagai daerah.
Evaluasi Struktur dan Kelayakan Fasilitas
Tim Kementerian PUPR melakukan inspeksi menyeluruh terhadap beberapa gedung utama pesantren. Pemeriksaan meliputi struktur bangunan, kualitas material, sistem drainase, hingga kondisi sarana sanitasi dan air bersih.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh fasilitas yang digunakan para santri, seperti asrama, ruang belajar, dan aula, dibangun dengan standar keamanan yang sesuai. Keamanan struktur adalah prioritas utama,”
Pesantren Terus Berkembang, Butuh Pengawasan Konstruksi
Pondok Pesantren Ashkabul Kahfi diketahui mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan jumlah santri yang mencapai ribuan, ponpes ini terus menambah gedung baru untuk menunjang kegiatan belajar, ibadah, dan asrama.
Pimpinan pesantren, Gus Muhammad Rikza Saputro, M.Pd. M.M., menyambut baik kedatangan tim PUPR dan menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap dunia pesantren.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan evaluasi dari PUPR. Pesantren ini terus berkembang, sehingga pengecekan struktur bangunan menjadi penting agar keamanan para santri tetap terjamin,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa pihak pesantren selalu berupaya mengikuti standar pembangunan yang dianjurkan pemerintah, termasuk penggunaan material berkualitas dan sistem drainase yang baik untuk mencegah kerusakan lingkungan.
Langkah Preventif untuk Keamanan Santri
Menurut data Kementerian PUPR, kegiatan pengecekan ini merupakan bagian dari program pemetaan bangunan pendidikan keagamaan yang digencarkan di sejumlah provinsi. Tujuannya adalah mencegah risiko kerusakan atau kecelakaan akibat struktur bangunan yang tidak memenuhi standar keselamatan.
“Kami melakukan identifikasi awal terhadap daya tahan bangunan, terutama yang sudah berusia lebih dari sepuluh tahun. Jika ditemukan potensi keretakan atau kelemahan struktur, kami akan rekomendasikan langkah perbaikan,” jelasnya.
Selain aspek struktural, tim juga meninjau sistem pengelolaan air bersih dan sanitasi di area pesantren. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa sebagian besar fasilitas berada dalam kondisi baik, meskipun terdapat beberapa catatan teknis untuk perbaikan minor pada saluran pembuangan air hujan dan penataan ruang terbuka.
Sinergi Pemerintah dan Lembaga Pendidikan Keagamaan
Kegiatan peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat kerja sama antara sektor infrastruktur dan pendidikan keagamaan. Kementerian PUPR menegaskan bahwa keamanan fasilitas belajar di pesantren merupakan bagian integral dari pembangunan manusia dan peningkatan mutu pendidikan nasional.
“Pesantren memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter bangsa. Maka, sudah sepatutnya fasilitasnya juga memenuhi standar keamanan dan kenyamanan,” ujarnya.
Pemeriksaan di Ponpes Askhabul Kahfi dijadwalkan akan diikuti dengan laporan teknis resmi yang mencakup hasil evaluasi detail dan rekomendasi perbaikan jika diperlukan. Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) juga dilibatkan dalam proses tindak lanjut tersebut.
Dengan adanya inspeksi ini, diharapkan pesantren dapat terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pembinaan karakter dan keagamaan, tetapi juga aman, nyaman, dan berstandar konstruksi yang kuat.




















