Bismillahirrohmanirrohim..
Merdeka!!!
Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia terutama saudara-saudara penduduk Kota Surabaya.
Kita semuanya telah mengetahui.
Bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.
Kita diwajibken menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang.
Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu, dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka
Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada tetapi inilah jawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
Yang dapat membikin secarik kain putih, menjadi merah dan putih
Maka selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapapun juga
Dan untuk kita saudara-saudara.
Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.
Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!
Dan kita yakin saudara-saudara.
Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita,
Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.
Percayalah saudara-saudara.
Tuhan akan melindungi kita sekalian.
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Merdeka!!!
Pertempuran Sepuluh November membuat malu tentara Inggris. Target mereka menguasai Surabaya dalam waktu tiga hari tak terbukti. Bahkan di hari yang kedua, Inggris kehilangan Jendral Robert Mansergh, artinya dalam satu bulan menghadapi arek-arek Suroboyo, mereka sudah kehilangan dua jendral terbaiknya. Perang Surabaya berlangsung selama tiga minggu. Takbir dan pekik merdeka menggema selama pertempuran berlangsung,akhirnya Inggris mengalami kerugian. Ribuan serdadu terlatihnya tewas termasuk 300 serdadu Gurkha Inggris dari India dan Pakistan yang membelot ke Indonesia setelah tahu lawan mereka adalah para ulama Indonesia dan santri yang sedang berjihad membela negaranya. Korban di pihak Indonesia sendiri 6.000 tentara laskar para santri, sukarelawan dan rakyat Surabaya gugur sebagai Syuhada’. Tanpa resolusi jihad NU takkan ada peristiwa heroik 10 November 1945.













