Jl. Raya Cangkiran-Gunungpati, Kota Semarang 50216 +62 815-7515-7704

Kirab Kebangsaan Hari Santri 2025

Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang bersama Pondok Pesantren Roudlotul Muttaqin sukses menyelenggarakan Kirab Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025 pada Sabtu (25/10). Lebih dari 3.000 santri terlibat dalam kirab yang mengambil rute dari Sirkuit Mijen menuju Kampus 4 Ponpes Askhabul Kahfi Polaman, dengan jarak tempuh sekitar 4,5 kilometer.

Kirab tahun ini menampilkan lebih dari 80 tema atraksi santri, mengusung tema nasionalisme, seni budaya Nusantara, dan nuansa religius. Acara berlangsung meriah dengan partisipasi masyarakat serta kehadiran sejumlah tokoh pemerintah, ulama, dan stakeholder pendidikan.


Perkuat Semangat Resolusi Jihad dan Nasionalisme Santri

Khodimul Ma’had Ponpes Askhabul Kahfi, Gus Muhammad Rikza Saputra, menyampaikan bahwa kirab ini tidak sekadar peringatan rutinitas tahunan, tetapi bentuk penghormatan terhadap perjuangan ulama dan santri terdahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Kirab ini bukan hanya untuk memperingati Hari Santri, tetapi untuk menumbuhkan kembali semangat Resolusi Jihad. Para ulama dan santri tidak hanya berdakwah, tetapi juga berjuang membela bangsa dan negara,” ujar Gus Rikza dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momentum tahadduts bin ni’mah, syiar pesantren, serta penguatan kebersamaan antar-santri dan masyarakat.


Peluncuran Lima Lembaga Pendidikan Baru Askhabul Kahfi

Dalam kesempatan tersebut, Ponpes Askhabul Kahfi juga mengumumkan pembukaan lima lembaga baru untuk tahun ajaran mendatang sebagai bentuk pengembangan pendidikan dan layanan kepada umat. Lembaga yang akan dibuka meliputi:

  1. PDF Wustha — Pendidikan Diniyah Formal setara SMP/MTs
  2. PDF Ulya — Pendidikan Diniyah Formal setara SMA/MA
  3. TSM (Teknik Sepeda Motor)
  4. Tata Boga
  5. Tata Busana

Lembaga-lembaga tersebut ditujukan untuk memperkuat pendidikan formal dan vokasional guna menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.


Apresiasi dari Kemenag: Askhabul Kahfi Diusulkan Jadi Lokasi MTQ Nasional 2026

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, H. Muhtasit, S.Ag., M.Pd., memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kirab dan perkembangan Pesantren Askhabul Kahfi, yang menurutnya merupakan salah satu pesantren terbesar di Kota Semarang.

Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa Kota Semarang akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional 2026, dan Ponpes Askhabul Kahfi masuk dalam salah satu usulan lokasi penyelenggaraan.

“Dalam waktu dekat kami bersama Pemerintah Kota Semarang akan meninjau sarana dan prasarana pesantren. Insyaallah MTQ Nasional akan semakin dekat dengan pesantren,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kontribusi santri terhadap bangsa sangat besar, terlihat dari banyaknya santri yang kini mengisi berbagai posisi strategis di pemerintahan.


Penegasan Peran Santri dalam Pembentukan Bangsa

Pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi, Prof. Dr. KH. Masruchan Bisri, menyampaikan harapannya agar para santri meneladani perjuangan ulama terdahulu yang turut membentuk dasar negara.

Beliau mengingatkan bahwa jauh sebelum kemerdekaan, pesantren bahkan menjadi tempat latihan militer, dan setelah kemerdekaan para ulama ikut merumuskan dasar negara melalui Tim Sembilan.

“Kami berharap santri mampu mengikuti jejak ulama yang memperjuangkan agama, bangsa, dan negara. Perjuangan santri selalu beriringan dengan nilai Islam dan nasionalisme,” tegasnya.

Tentang Ponpes Askhabul Kahfi

Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang merupakan salah satu pesantren besar di Jawa Tengah yang fokus pada pendidikan diniyah, formal, dan vokasional. Dengan ribuan santri yang belajar dari berbagai daerah, pesantren ini terus mengembangkan program pendidikan sebagai komitmen mencetak generasi berakhlak, mandiri, serta berwawasan kebangsaan.

Bagikan

Leave a Reply