Jl. Raya Cangkiran-Gunungpati, Kota Semarang 50216 +62 815-7515-7704

ISRA MIKRAJ | TAFSIR SURAH AL ISRA` AYAT 1

Hikmah Isra` dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha

Banyak mengandung hikmah isra` Nabi Muhammad SAW yang dilakukan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, diantaranya ialah : Pertama untuk  memperlihatkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW diatas para Nabi dan para Rosul yang lain karena beliau menjadi imam sholat ditempat mereka. Kedua agar beliau bisa naik kelangit dengan tegak lurus tanpa berbelok, karena menurut riwayat yang bersumber dari Ka`ab menyebutkan bahwa pintu langit yang disebut mas`adul malaikah (مَصْعَدُ الْمَلَائِكَه) yaitu tempat naiknya para malaikat berhadapan dengan Baitul Maqdis. Dan masih menurut Ka`ab bahwa Baitul Maqdis merupakan bagian bumi yang paling dekat ke langit dalam jarak delapan belas mil. Ketiga negeri Syam merupakan bagian dari bumi Allah yang terpilih olehnya (خَيْرَةُ اللهِ مِنْ اَرْضِهِ) sebagaimana yang telah disebutkan di dalam hadits shohih, sehingga ia merupakan bagian bumi yang paling utama sesudah dua tanah suci yaitu Makkah dan Madinah, dan kawasan pertama yang memunculkan kekuasaan Nabi Muhammad SAW. Mu`adz bin Jabal meriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda :

 يَقُوْلُ اللّٰه تَعَالَى : يَاشَامُ اَنْتَ صَفْوَتِى مِنْ بِلَادِى وَأَنَا سَا ئِقٌ اِلَيْكَ صَفْوَتِىْ مِنْ عِبَادِى

“Allah ta`ala berfirman, “Wahai Syam, engkau pilihanku diantara negeri-negeriKu dan Aku arahkan hamba-hamba pilihanKu kepadamu” (HR. Abu Daud).

Dan yang keempat adalah agar Allah menghimpukannya diantara dua qiblat (بَيْنَ الْقِبْلَتَيْنِ).

اى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَى مِنْ اَرْضِ الشَّام (الَّذِيْ بَارَكْنَا حَوْلَهٗ)  قَوْلُهُ

yang telah kami berkahi sekelilingnya, yaitu berkah duniawi (دُنْيَاوِيَّة) dengan berlimpahnya air dan banyaknya pohon-pohonan, dan berkah diniyah (دِيْنِيَّة) karena Syam merupakan turunnya wahyu dan tempat ibadah para Nabi serta tempat tinggal mereka saat mereka masih hidup dan sesudah mereka wafat.

(لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَا)  قَوْلُهُ

“agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kekuasaan kami”

Almakna: untuk kami perlihatkan keajaiban-keajaiban kekuasaan kami, seperti jarak yang seharusnya ditempuh satu bulan hanya ditempuh sebentar atau sebagian di malam hari, juga kekuasaanNya yang membuat beliau dapat menyaksikan Baitul Maqdis dan berkumpul dengan para Nabi serta menjadi imam sholat bagi mereka, kemudian naik ke langit, melihat berbagai keajaiban alam langit, dan berbicara dengan Tuhannya.

(اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ)  قَوْلُهُ

“Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat”.

Almakna : sesungguhnya Allah Maha Mendengar segala ucapan Nabi Muhammad SAW tanpa telinga dan Allah melihat semua amal perbuatan dan sepak terjangnya Nabi Muhammad SAW tanpa mata. Lalu menurut pendapat lain sehubungan dengan makna ayat ini bahwa Allah SWT Maha Mendengar ucapan orang-orang Quraisy dan Maha Melihat mereka.

Saat Nabi di masjid antara tidur dan terjaga, tiba-tiba beliau mendengar seseorang berkata, salah satu dari tiga, lalu beliau dibawakan baskom emas yang berisi zam-zam. Lalu ia membelah dada Nabi kemudian mengeluarkan hati Nabi dan dicuci dengan air zam-zam, lalu dikembalikan ke tempat semula, lalu hati beliau diliputi iman dan hikmah. Kemudian beliau diberi kendaraan yang berwarna putih yang bernama buroq, ia lebih tinggi dari pada keledai dan lebih pendek daripada bighol, langkahnya sejauh mata memandang. Setelah itu beliau berangkat bersama Jibril AS. Beliau menjumpai suatu kaum yang menanam dalam sehari dan memanen dalam sehari. Setiap kali ia memanen, ia kembali seperti semula, kemudian Nabi bertanya,”ya Jibril, apa  itu?”, Jibril menjawab,”mereka adalah orang-orang yang menginfaqkan sebagian hartanya di jalan Allah. Pahala mereka dilipatgandakan menjadi tujuh ratus lipat”. Kemudian beliau menjumpai orang-orang yang kepalanya pecah karena batu. Setiap kali kepala mereka pecah, maka kembali lagi seperti semula. Beliaupun bertanya, “siapa mereka itu ya Jibril?”, ia menjawab, ”mereka itulah orang-orang yang kepalanya berat untuk sholat fardhu (malas menjalankan sholat fardhu)”.

Beliau lalu menjumpai kaum yang bagian depan dan belakang tubuhnya terdapat tambalan. Mereka mencari makan seperti unta dan kambing. Mereka memakan duri, zaqqum, tulang serta batu-batuan. Beliaupun bertanya ”siapa mereka itu, ya Jibril?” Jibril menjawab, ”mereka adalah orang-orang yang tidak menunaikan atau membayar zakat harta mereka”. Beliau lalu menjumpai suatu kaum yang didepannya terdapat daging yang matang dalam wadah, dan daging lain yang mentah, kotor serta busuk. Namun mereka justru memakan daging yang busuk itu dan membiarkan daging yang matang dan baik. Beliaupun bertanya, “siapa mereka itu ya Jibril?”, Jibril menjawab, “laki-laki itu berasal dari umatmu. Ia punya istri yang halal dan baik, tetapi ia mendatangi wanita yang buruk (bukan istrinya). Begitu juga wanita yang meninggalkan suaminya yang halal dan baik, lalu mendatangi laki-laki yang buruk (bukan suaminya)”.

Beliau kemudian menjumpai kayu ditengah jalan, tidak ada satu pakaianpun yang melewatinya, kecuali kayu itu pasti mengoyaknya dan merobeknya. Beliaupun bertanya, ”apa itu ya Jibril?”, Jibril menjawab,”itu adalah perumpamaan kaummu yang duduk dijalan dan mengganggu keamanan”.

Setelah itu beliau menjumpai seorang laki-laki yang mengumpulkan kayu yang banyak dan tidak sanggup dipikulnya, namun ia terus menambahkannya. Beliaupun bertanya, “siapa itu ya Jibril?”, Jibril menjawab,”itu adalah umatmu yang memikul amanah-amanah manusia yang tidak sanggup dilaksanakannya, tetapi ia ingin terus ditambah”.

Beliau kemudian menjumpai suatu kaum yang lidah dan bibirnya di iris dengan pisau dari besi. Setiap kali bibir dan lidah mereka terbelah, maka kembali lagi seperti semula, dan hal itu tidak henti-hentinya terjadi pada mereka. beliau pun bertanya,” siapa mereka itu ya Jibril?”, Jibril menjawab, “mereka adalah ahli khutbah (pembicara) yang menebarkan fitnah”.

Beliau kemudian menjumpai sebuah lembah, mencium aroma wangi dan sejuk, yaitu aroma misik, serta mendengar suara. Beliaupun bertanya,”ya Jibril, aroma apa yang wangi dan dingin seperti aroma misik ini? lalu suara apa itu?”, Jibril menjawab, “itu adalah suara surga yang berkata:” Tuhanku berikanlah aku apa yang engkau janjikan kepadaku, karena telah banyak kamarku, permataku, sutera kasar dan sutera halusku, mutiara dan marjanku, perak dan emasku, gelas dan ceretku, buah-buahan, kurma dan delimaku, susu dan khomerku.”Allah lalu berfirman,” Bagimu setiap mu`min dan mu`minah, orang yang beriman kepadaKu dan kepada rosul -rosulKu, beramal sholeh dan tidak menyekutukanKu, dan tidak menyembah selainKu, barangsiapa yang takut kepadaKu, maka ia aman. Barangsiapa meminta kepadaKu, maka Aku memberinya. Barangsiapa meminjamkan kepadaKu, maka Aku membalasnya. Barangsiapa tawakal kepadaKu, maka Aku mencukupinya. Sesungguhnya Aku adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku, dan Aku tidak menyalahi janji, beruntunglah orang-orang yang beriman. Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta. Surga lalu berkata, ”aku telah ridho”.

Beliau lalu menjumpai sebuah lembah, mendengar suara aneh, dan mencium aroma busuk. Beliaupun bertanya,” aroma apa ini, dan suara apa ini, ya Jibril?”, Jibril menjawab,” itu adalah suara Jahannam. Ia berkata, ”Tuhanku, berilah aku apa yang telah Engkau janjikan kepadaku, karena telah banyak rantai dan belengguku, duriku, ghassaqku (cairan yang mengalir dari kulit para penghuni neraka), azab dan hukumanku, serta telah dalam dasarku dan telah memuncak panasku”. Allah lalu berfirman,” bagimu setiap orang laki-laki dan perempuan yang tidak beriman (kafir), yang menyekutukan Allah (musyrik) dan orang-orang yang berkelakuan buruk”. Neraka lalu berkata,”aku telah ridho”.

Bagikan

Leave a Reply