SEMARANG, ppaska.id – Suara takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang syahdu membelah keheningan malam hari raya Idul Adha. Pondok Pesantren Askhabul Kahfi kembali menorehkan catatan syiar yang luar biasa melalui agenda tahunan Takbir Keliling. Diikuti oleh ribuan partisipan yang terdiri dari seluruh elemen santri pelajar hingga mahasantri, kegiatan ini berhasil menggetarkan sepanjang rute jalan dari Polaman menuju Bubakan dengan pesan-pesan kedamaian, religiusitas, dan ukhuwah islamiyah yang sangat kental.

Kegiatan mulia ini dimulai sejak bakda isya dengan mengambil titik start di Kampus 3 Polaman. Semangat mengagungkan asma Allah SWT terpancar jelas dari raut wajah para santri yang berbaris rapi. Dengan tertib dan disiplin khas pesantren, para santri berjalan kaki menyusuri rute yang telah ditentukan menuju Bubakan, sebelum akhirnya berbalik arah untuk menyelesaikan perjalanan di titik finish, yaitu Kampus 4 Pondok Pesantren Askhabul Kahfi.
Sinergi Jas Hijau dan Kreativitas Obor Elektrik
Ada pemandangan menarik yang mendominasi sepanjang jalanan malam itu. Barisan santri pelajar, baik putra maupun putri, tampak begitu anggun dan berwibawa mengenakan seragam kebanggaan mereka: jas hijau. Pilihan warna jas hijau ini seolah menegaskan identitas santri yang religius, nasionalis, dan lekat dengan nilai-nilai luhur Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah. Hijau yang melambangkan kedamaian, kesuburan, dan pertumbuhan berpadu serasi dengan langkah tegap para pencari ilmu.
Tak hanya rapi dalam berbusana, kreativitas santri Askhabul Kahfi juga terpancar dari atribut yang mereka bawa. Alih-alih menggunakan obor bambu konvensional yang berisiko memicu polusi asap atau bahaya api, para santri membawa inovasi berupa obor elektrik. Kilauan lampu warna-warni dari obor elektrik ini berkedip senada dengan langkah kaki mereka, menciptakan pemandangan laksana untaian mutiara cahaya yang berjalan membelah kegelapan malam.
Lantunan takbir yang dipandu melalui pengeras suara (sound system) terdengar begitu padu dan bergemuruh di sepanjang jalan. Kreativitas obor elektrik ini membuktikan bahwa santri tidak gagap teknologi, melainkan mampu mengadopsi inovasi modern demi kelancaran syiar dakwah Islam yang ramah lingkungan dan aman.
Antusiasme Warga dan Kehadiran Wali Santri
Kemeriahan takbir keliling ini rupanya telah dinanti-nantikan oleh masyarakat luas. Sepanjang rute Polaman hingga Bubakan, ratusan warga tampak memadati pinggir jalan untuk menyaksikan iring-iringan santri secara langsung. Suasana terasa begitu hangat kala lambaian tangan dan senyuman tulus saling berbalas antara para santri dan penonton di sepanjang rute perjalanan.
Di antara kerumunan warga, hadir pula para wali santri yang sengaja datang dari berbagai daerah demi menyaksikan buah hati mereka mengagungkan asma Allah SWT. Isak haru dan rasa bangga tidak dapat disembunyikan dari wajah para orang tua saat melihat anak-anak mereka berjalan dengan tegap, santun, dan penuh semangat melantunkan kalimat toyibah demi merayakan hari raya kurban.
Puncak Pesta Kembang Api dan Kebersamaan di Kampus 4
Setibanya di titik finish di Kampus 4, lelahnya perjalanan kaki sejauh beberapa kilometer seolah menguap begitu saja. Langit malam di atas Kampus 4 seketika berubah menjadi kanvas yang indah berkat letupan kembang api yang sangat megah dan meriah. Warna-warni kembang api yang membubung tinggi di udara seolah menjadi simbol kemenangan, kegembiraan, dan rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah SWT berikan.
Suasana malam itu kian sempurna berkat dukungan alam semesta. Cuaca malam raya terasa sangat sejuk dan bersahabat tanpa kendala gerimis sedikit pun. Di atas langit, sang rembulan menampakkan pesonanya yang begitu indah, memancarkan cahaya terang benderang yang menambah kesyahduan malam Idul Adha.
Sebagai penutup dari rangkaian malam yang penuh berkah tersebut, seluruh santri, mahasantri, beserta para asatidz berkumpul bersama di area kampus. Mereka menikmati momen kebersamaan yang hangat sembari menyantap aneka camilan dan makanan ringan. Canda tawa, obrolan santai, dan rasa kekeluargaan yang erat menutup malam takbiran tersebut dengan sejuta kenangan indah yang akan selalu melekat di hati sanubari setiap santri.
Melalui kegiatan takbir keliling ini, Pondok Pesantren Askhabul Kahfi tidak hanya sekadar melestarikan tradisi luhur umat Islam di nusantara, tetapi juga berhasil menunjukkan wajah santri yang kreatif, tertib, dan kompak. Semoga gema takbir yang dikumandangkan membawa keberkahan melimpah bagi pesantren, masyarakat sekitar, dan seluruh umat Islam. Amin ya Rabbal Alamin.














