Jl. Raya Cangkiran-Gunungpati, Kota Semarang 50216 +62 815-7515-7704

Kemenag Pusat Lakukan Visitasi, Pendirian Pendidikan Diniyah Formal di Ponpes Askhabul Kahfi Kian Nyata

Pondok Pesantren Askhabul Kahfi di Semarang mendapat kunjungan tim visitasi dari Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Jumat (7/11). Kunjungan ini merupakan tahap penting dalam proses penilaian permohonan pendirian Pendidikan Diniyah Formal (PDF) untuk jenjang Wustha dan Ulya di lingkungan pesantren tersebut.

Dipimpin langsung oleh KH. Drs. Ahmad Rusdi, M.Pd., tim dari pusat turun untuk mengevaluasi kesiapan dan kelengkapan pesantren, mulai dari aspek sarana prasarana, dokumen kelembagaan, hingga kualitas tenaga pendidik. Visitasi ini dilakukan setelah melewati proses pengajuan dan rekomendasi dari Kemenag Kota dan Kemenag Provinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Khodimul Ma’had, Gus M Rikza Saputro, M.Pd. M.M, menegaskan bahwa pendirian PDF bukan sekadar memenuhi administrasi, melainkan langkah strategis untuk mengukuhkan tradisi keilmuan pesantren.

“Penguatan pendidikan formal diniyah ini akan memperdalam kajian Al-Qur’an, khususnya di bidang tafsir. Kami berharap, PDF Askhabul Kahfi dapat tumbuh sebagai lembaga yang kuat secara ilmu, matang akhlaknya, dan selaras antara dhohir dan batin,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan oleh Kyai Mughofar, Lc., S.Pd., Ketua Aspendif (Asosiasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren) Jawa Tengah. Ia menyatakan optimisme bahwa permohonan izin pendirian PDF di Askhabul Kahfi akan segera disetujui.

Satu-Satunya di Kota Semarang

Kasi PD Pontren Kemenag Kota Semarang, H. Tantowi Jauhari, S.S., mengungkapkan bahwa saat ini Askhabul Kahfi merupakan satu-satunya pesantren di Kota Semarang yang mengajukan pendirian PDF. Hal ini dinilai sangat strategis untuk memperkuat karakter pendidikan pesantren berbasis diniyah formal di tengah kota.

“Keberadaan PDF di sini akan menjadi pionir dan penguat ekosistem pendidikan diniyah yang integratif dan berkualitas,” jelas Tantowi.

Pentingnya Kekhasan dan Identitas Keilmuan

KH. Drs. Ahmad Rusdi, M.Pd., selaku Ketua Tim Visitasi Kemenag Pusat, dalam dialognya menekankan pentingnya setiap lembaga memiliki identitas keilmuan yang menjadi ciri khas.

“Susun karakter dan kekhususan yang menjadi ciri PDF Askhabul Kahfi. Idealnya, ada kesinambungan dengan Ma’had Aly yang sudah ada, khususnya di jurusan Tafsir dan Ilmu Tafsir. Dengan begitu, akan lahir ahli-ahli tafsir yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga beradab,” pesan Ahmad Rusdi.

Tinjau Sarana dan Uji Kompetensi Santri

Usai sesi penerimaan dan dialog, tim visitasi melanjutkan penilaian dengan meninjau langsung sarana dan prasarana pendidikan di beberapa kampus, yaitu Kampus 2, 3, dan 4. Pemeriksaan kelengkapan dokumen kelembagaan dan penilaian mutu tenaga pendidik juga dilakukan secara mendetail.

Yang tak kalah penting, tim juga mengobservasi langsung uji kompetensi kitab kuning para santri. Kemampuan membaca (qiro’ah), menerjemahkan (tarjamah), hingga menganalisis kaidah gramatika Bahasa Arab (nahwu-sharaf) menjadi fokus penilaian untuk memastikan kualitas pembelajaran.

Kedatangan tim Kemenag Pusat disambut antusias oleh seluruh jajaran asatidz dan santri. Visitasi ini dipandang sebagai tonggak penting bagi Ponpes Askhabul Kahfi, tidak hanya untuk memperoleh izin operasional, tetapi juga sebagai momentum untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat posisinya sebagai pusat kajian keislaman yang unggul, baik secara akademis maupun spiritual.

Bagikan

Leave a Reply