ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bersama ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas diraihnya penghargaan dari 7 Sky Media Award dalam kategori “The Most Influence Islamic Education Figure Of The Year” (Tokoh Pendidikan Islam Yang Paling Berpengaruh Tahun Ini) dan “The Most Favorite Islamic Boarding School Choice Of The Year” (Lembaga Pendidikan Islam Pilihan Terfavorit Tahun Ini) pada Jum’ah, 8 Juni 2024 di Yogyakarta.
Semoga penghargaan ini bisa menambah semangat kita semua untuk terus berbuat yang bermanfaat untuk umat, masyarakat, agama, nusa, dan bangsa. Pada awal tahun baru 1446 Hijriyah kami mengajak semua pihak untuk merenungkan uraian di bawah ini :
فِي مَعْنَى الْآيَةِ (٣٢) البقرة فَرَوَى الْبُسْتِيُّ فِي الْمُسْنَدِ الصَّحِيحِ لَهُ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْبِقَاعِ شَرٌّ؟ قَالَ: لَا أَدْرِي حَتَّى أَسْأَلَ جِبْرِيلَ فَسَأَلَ جِبْرِيلَ، فَقَالَ: لَا أَدْرِي حَتَّى أَسْأَلَ مِيكَائِيلَ، فَجَاءَ فَقَالَ: خَيْرُ الْبِقَاعِ الْمَسَاجِدُ، وَشَرُّهَا الْأَسْوَاقُ. (اطبرني والحاكم)
Pada makna ayat 32, Al Baqarah. Al Busti meriwayatkan dalam Al Musnad Ash Shohih dari Ibnu Umar RA, bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah Saw. “tempat apakah yang paling buruk ?”. Beliau kemudian menjawab, “aku tidak tahu sampai aku akan bertanya kepada Jibril”. Beliau kemudian bertanya kepada Jibril. Jibril pun menjawab, “aku tidak tahu hingga Jibril bertanya kepada Mikail”. Mikail kemudian menjawab, “sebaik-baik tempat adalah masjid-masjid dan seburuk-buruk tempat adalah pasar.” (HR. Thabrani dan Al Hakim)
الواجب على من سئل عن علم ان يقول إِنْ لَمْ يَعْلَمُ اللَّهُ أَعْلَمُ وَلَا أَدْرِي، اقْتِدَاءً بِالْمَلَائِكَةِ وَالْأَنْبِيَاءِ وَالْفُضَلَاءِ مِنَ الْعُلَمَاءِ
Jika seseorang di tanya tentang suatu pengetahuan, dan sementara ia tidak mengetahuinya, maka ia wajib hukumnya untuk mengatakan, “Allah Swt lebih mengetahui, sedangkan aku tidak tahu”. Hal ini dilakukan karena mengikuti tindakan para Malaikat, para Nabi dan para Ulama yang mulia.
وَذَكَرَ الْهَيْثَمُ بْنُ جَمِيلٍ قَالَ: شَهِدْتُ مَالِكَ بْنَ أَنَسٍ سُئِلَ عَنْ ثَمَانٍ وَأَرْبَعِينَ مَسْأَلَةً فَقَالَ فِي اثْنَتَيْنِ وَثَلَاثِينَ مِنْهَا: لَا أَدْرِي.
Al Haitsam bin Jamal berkata, “Aku pernah menyaksikan Malik bin Anas ditanya tentang empat puluh masalah, lalu dia berkata untuk tiga puluh dua masalah di antaranya; “Aku tidak tahu.”
وَمِثْلُهُ كَثِيرٌ عَنِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَفُقَهَاءِ الْمُسْلِمِينَ.
Hal seperti itu banyak ditemukan dari kalangan para Sahabat, Tabi’in dan Fuqohaa’ Muslimin.
( Tafsir AS-Siroj Halaman 179 Jilid 1 )
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
وٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

















