Jl. Raya Cangkiran-Gunungpati, Kota Semarang 50216 +62 815-7515-7704

DR H A Mujib Rohmat Sosialisasikan 4 pilar MPR RI

Dr. H. A. Mujib Rohmat, M.H hadir Di Ponpes Askhabul Kahfi pada Ahad (13/3/2022). Kedatangan beliau untuk menyampaikan sosialisasi 4 pilar MPR RI kepada para santri. Ini adalah kedatangan beliau yang kedua kalinya sejak pesantren didirikan. Beliau kagum dengan perkembangan pesantren Askhabul kahfi yang beberapa tahun silam hanya ada dua kampus, sekarang sudah ada empat kampus. Beliau mendoakan semoga pesantren Askhabul Kahfi semakin baik dan syiar Islam semakin berkembang.

Anggota komisi X DPR-RI tersebut terlebih dahulu memperkenalkan diri kepada para santri dan mahasantri yang hadir. Ternyata beliau dahulunya adalah seorang santri yang juga mengaji dan mempelajari kitab kuning. Nahwu, shorof, qaidah fiqih, mantiq (retorika) bahkan aquran 30 juz berhasil beliau hafalkan. santri harus bisa apa saja dan bisa jadi apa saja, termasuk anggota legislatif.  

Alumnus pesantren Lirboyo ini mengajak para santri untuk bersyukur dalam tiga hal. Pertama, Sebagai orang Islam yang ajarannya bersifat heterogen. Dalam kaedah fikihnya, diajarkan apa yang sekarang disebut toleransi. Banyaknya pilihan madzhab bukanlah menjadi masalah. Yang kedua sebagai santri, duta dari daerah masing-masing untuk menjadi yang terbaik kala kembali. Untuk mewujudkannya, beliau menuntut para santri untuk memiliki cita-cita menjadi yang lebih baik sejak awal.

“apakah kita bisa bertugas dengan baik jika kita sendiri belum baik?” tanya beliau.

Yang ketiga, bersyukur menjadi warga negara. Indonesia adalah negara yang besar. Penduduknya yang banyak bisa menjadi musibah jika tidak berkualitas dan tidak berdaya saing. Bagaimana Indonesia mampu mewujudkannya menjdai rahmat? Disitulah keberadaan 4 pilar MPR RI yang menjaga negara ini tetap kondusif.

Empat pilar MPR RI meliputi Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam penyusunannya, diwakili oleh berbagai elemen bangsa Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah santri. Maka, alumnus Perguruan Tinggi Ilmu Al-quran Jakarta ini memotivasi para santri bahwa mereka pun berhak menduduki posisi-posisi penting di negara ini.

“Santri-santri ini adalah anak sah bangsa yang sah menjadi pemimpin masa depan.” Tuturnya.

Meski begitu, pria asal Kaliwungu Kendal ini menyemangati santri agar tidak diam berpangku tangan saja. Beliau mencontohkan usaha dan ketekunan beliau hingga menjadi sosok yang seperti sekarang ini. Disamping memperdalam ilmu yang dimiliki, beliau juga mengingatkan agar memperbanyak relasi.

“Ilmu itu satu hal, relasi itu hal yang lain. Karena semakin banyak bertemu bermacam-macam orang, maka kita akan semakin memahami dunia ini. Tidak mudah marah.”  Jelas beliau.

Selai itu, beliau menegaskan agar dalam belajar agar disiplin dan tidak menyia-nyiakan waktu. Santri harus belajar memanajemen pendidikannya supaya tidak tertinggal dari golongan lain. Mereka harus menyiapkan taktik agar dalam mereka menuntut ilmu bisa maksimal dan sesuai target.  Beliau mengutip maqolah “al haqqu bilaa nidhomin yaghlibuhu al bathil bi nidhomin, kebenaran yang tidak terorganisir (maka) kebathilan yang terorganisir akan mengalahkannya.”

“taktikm strategi, siyasah, inilah yang dimaksud dengan nidhom” pungkas beliau.

terakhir, acara ditutup dengan sesi foto bersama serta pembagian cenderamata.(/ltv)

Bagikan

Leave a Reply