Jl. Raya Cangkiran-Gunungpati, Kota Semarang 50216 +62 815-7515-7704

Renungan Hadits dan Maqolah Imam Ghozali

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Akhir – akhir ini kita sering mendengar informasi yang kurang sedap, maka Bersama ini kami ingin mengajak kepada semua pihak untuk merenungkan dan menghayati sebuah hadist Nabi dan sebuah maqolah Imam Ghozali :

مَنْ عَيَّرَ مُؤْمِناً لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ

“Barang siapa yang mencela orang mukmin (karena perbuatan jelek) yang dilakukannya, maka ia akan melakukan hal yang sama (kejelekan sejenis) sebelum ia mati” (HR Muslim)

الْمُحْسِنُ سَيُجْزٰى بِاِحْسَانِهٖ وَالْمُسِىءُ سَيَكْفِيْهِ مَسَاوِيْهِ

“Orang yang selalu berbuat baik, maka ia akan mendapatkan balasan yang baik dan orang yang selalu berbuat jelek maka semua kejelekannya akan kembali kepada dirinya”.

Jika kita mengerti saudara kita ada yang sedang terkena sesuatu yang tidak diinginkan atau sedang melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan, maka seharusnya kita jangan mencelanya namun hendaknya kita do`akan agar ia mendapat petunjuk dan pertolongan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Dan jika kita mendengar sesuatu yang belum terang, maka hendaknya kita diam sambil bertabayun dan jangan tergesa-gesa untuk menyebar luaskan.

Kita mesti tidak akan pernah mau untuk menjadi agen suara-suara sumbang yang dikembangkan oleh orang fasik yang rajin mencari kesalahan orang,cepat-cepat menutup kebaikan agar tidak dimengerti orang, pandai merekayasa dan suka menghalalkan segala cara demi menggapai keluhuran dan kedudukan yang diinginkan.

Sejatinya tipikal pendengki seperti ini adalah penyakit yang sulit dideteksi, tidak sembarang orang mengerti, hanya orang bijak yang mempunyai mata hati yang dapat mengetahui situasi yang sesungguhnya terjadi.

Jika kita menyadari, sudah barang tentu kita tidak akan sanggup untuk mengikuti apalagi ikut menyebarkan kebohongan dan menanam kebencian kesana kemari, karena perbuatan yang seperti ini membahayakan orang lain maupun diri sendiri, ahlak yang tidak terpuji ini akan membuat banyak orang untuk melakukan tindakan yang keji seperti: dengki, keras hati, lupa akan kekurangan diri sendiri dan tidak bertoleransi.

Pekerti yang tidak sesuai dengan ajaran nabi seperti ini akan menghambat kemajuan dan menghalangi tercapainya cita-cita yang mulia dan terpuji yang dimiliki oleh komunitas yang selalu mengabdi terhadap negeri yang dicintai dan senantiasa menegakkan ajaran suci yang diridhoi oleh Allah Tuhan Yang Memilik Segala Puji.

Tindakan yang jelek ini juga akan merusak diri sendiri,karena ia akan terus menerus menambah dosa yang tidak ia sadari, meskipun ia sudah berhenti karena sudah mati, namun dosa – dosa yang dilakukan oleh orang-orang yang mengikuti akan terus dikirimkan meskipun jasadnya telah bersemayam di perut bumi dan seperti inilah yang oleh ahli sufi disebut dosa muta’adi.

Oleh karena itu mari, kita berhati-hati untuk tidak mudah mengikuti kabar atau informasi yang kenyataannya belum terbukti. Dan mari kita Yakini bahwa perkara haq pada suatu saat akan muncul serta luhur dan perkara batil akan rusak serta akan hancur lebur.

وَقُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۖاِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا

“Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap”. ( Al-Isra’ : 81 )

Dan yang terahir kami mengajak kepada semuanya, sebelum kita melakukan suatu tindakan, marilah kita berfikir – fikir terlebih dahulu, pastikan terlebih dahulu perbuatan itu baik atau tidak, jika benar – benar baik mari kita laksanakan dan jika dipastikan perbuatan itu jelek , mari kita tinggalkan, karena semua perbuatan balasannya dan implikasinya akan kembali kepada pelakunya baik di dunia ini maupun di ahirat nanti.

Sekian dan demikian uraian ini kami sampaikan , terima kasih atas perhatian dan mohon ma`af jika ada kesalahan.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Hormat kami,
Al Faqir wal khaqir : Masruchan bisri, khodim ponpes Askhabul Kahfi.

Bagikan
1 Response

Leave a Reply