Jl. Raya Cangkiran-Gunungpati, Kota Semarang 50216 +62 815-7515-7704

Pesan dan Nasihat untuk para santri pada awal tahun baru

Di awal tahun ini, saya mengingatkan tujuan para santri dari kampung halamannya masing – masing ke pondok pesantren. Sudah barang tentu tujuannya adalah tholabul `ilmi atau menuntut ilmu. Perlu diketahui anak – anak santri, bahwa kunci suksesnya segala sesuatu itu adalah perbuatan baik. Barang siapa beramal baik maka ia akan memperoleh balasan kebaikan yang telah di lakukannya, dan sebaliknya barangsiapa yang berkelakuan jahat atau jelek, maka ia akan menerima balasan jelek seimbang dengan kejelekan yang ia lakukan. Allah berfirman dalam Q.S Al Isra` ayat 7 : “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri”.

Dalam kitab Ihya` `Ulumuddin dituturkan :       

الْمُحْسِنُ سَيُجْزٰى بِاِحْسَانِهٖ وَالْمُسِىءُ سَيَكْفِيْهِ مَسَاوِيْهِ

“Orang yang berbuat baik maka ia akan di balas dengan kebaikan, dan orang yang berbuat jahat maka kejahatannya akan kembali pada diri sendiri ( akan mendapatkan balasan jelek yang setimpal ) “, oleh karena itu jadilah kalian santri yang baik ( be a good student ).

Pertama, berbuat baik kepada الخالق Tuhan yang menciptakan seluruh alam yaitu Allah SWT yang Maha Esa. Maksudnya, kita senantiasa menyembah dan beribadah kepada-Nya dengan baik, benar, ikhlas dan tidak menyekutukan-Nya, terlebih jangan sekali – kali meninggalkan sholat fardhu lima waktu sehari semalam, syukur disiplin berjama`ah, jangan membiasakan sholat munfarid atau sendiri, terus selama hidup sholat berjama`ah kecuali sedang ada udzur. Dalam sebuah hadits Nabi bersabda :

(صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ  صَلاَةَ الفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً   (رواه بخارى

“ Sholat jama`ah itu lebih utama dua puluh tujuh derajat dari sholat sendirian”

Menurut Kitab Bujairomi alal Khotib yang dimaksud kata درجة adalah sholat. Al Murod :  satu kali sholat berjama`ah pahalanya membandingi dua puluh tujuh kali sholat tanpa berjama`ah ( munfarid ).

Kedua, berbuat baik kepada kedua orang tua, dimana kita tahu bahwa Allah SWT menciptakan kita lantaran keduanya, oleh karena itu wajib hukumnya anak berbuat baik atau berbakti kepada kedua orang tuanya. Firman Allah QS Al Isra` ayat 23 : “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia “. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhamad SAW bersabda : بِرُّوْاآبَائَكُمْ تَبِرَّ اَبْنَا ئُكُمْ: “Berbaktilah kalian kepada orang tuamu, maka kelak anak – anakmu akan berbakti kepadamu “. ( HR. Thobroni )

Ketiga, berbuat baik kepada para guru, kita semua tahu bahwa tanpa guru kita tidak mungkin akan mendapat ilmu. Jasa guru sangatlah besar. Oleh karena itu santri, murid, mahasiswa dituntut untuk senantiasa ta`dzim ( memuliakan ) kepada guru di manapun, kapanpun dan telah menjadi apapun ( always glorify wherever, whenever and has become what ever ). Atau dengan ungkapan lain jangan pernah berhenti untuk ta`dzim kepada guru. Karena ta`dzim kepada guru akan menjadi lantaran ilmu tetap manfaat dan barokah. Shohabat Ali RA berkata :

أَناَ عَبْدُ مَنْ عَلَّمَنِىْ حَرْفًا وَاحِدًا، إِنْ شَاءَ بَاعَ، وَإِنْ شَاءَ اِسْتَرَق

 “Aku adalah hamba sahaya dari seseorang yang mengajariku satu huruf Jika ia mau maka ia boleh menjual, dan jika ia mau maka ia boleh menjadikan aku sebagai budaknya”.

Ungkapan Shohabat Ali ini merupakan isyarat bagi murid hendaknya senantiasa ta`dzim terhadap guru. Sebagaimana Imam Ahmad bin Hambal ( salah satu imam madzhab yaitu madzhab Hambali ). Beliau telah memberi contoh dengan mengatakan : “Jika dalam suatu permasalahan tidak aku temui haditsnya maka aku memutuskan hukum dengan perkataan Imam Syafii”. Maka sebagai balasannya Imam Ahmad bin Hambal berkata: “Aku mendo`akan al-Imam al-Syafi’i dalam shalat saya selama empat puluh tahun. Aku berdoa, “Ya Allah ampunilah aku, kedua orang tuaku dan Muhammad bin Idris al-Syafi’i.”

Ke empat, berbuat baik kepada semuanya. Maksudnya kita hendaknya senantiasa berakhlaq mulia kepada siapapun meskipun terhadap orang yang tidak seagama dengan kita ( non muslim ). Dalam sebuah hadits, Nabi bersabda : “ Bertaqwalah kepada Allah dimanapun kamu berada. Dan iringilah ( ikutilah ) perbuatan jelek dengan perbuatan baik, maka perbuatan baik akan menghapus perbuatan jelek ( dosa kejelekan ). Dan berakhlaqlah kepada orang lain ( manusia ) dengan akhlaq baik”. ( HR. Tirmidzi ). Termasuk tanda akhlaq mulia ialah selalu ramah, berwajah manis (وَجْهٌ مَلِيْحٌ). Banyak senyum (  بَسَّامٌ  ) kepada siapa saja baik ada kepentingan maupun tidak ( dengan orang yang bertemu ) termasuk terhadap anak – anak kecil.

Sekian dan demikian, semoga Allah SWT selalu memberi taufiq, hidayah dan i`anah-Nya kepada kita semua. Amiin.

Bagikan

Leave a Reply