Covid dan Ramadhan


Covid 19 atau virus corona yang telah ditetapkan oleh Presiden RI sebagai bencana nasional ini adalah ujian bagi kita bersama. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Baihaqi, Nabi Muhammad SAW bersabda : “Apabila Allah Menghendaki kebaikan pada suatu kaum, maka Allah akan mengujinya (terlebih dahulu). Dalam hadits lain : “Bersedekah bisa menjadi perisai / tolak balak ( bencana )”. Dan dalam hadits qudsi Allah Berfirman : “Sesungguhnya Aku menurut prasangka hamba – Ku”.

            Oleh karena itu marilah kita hadapi bersama dengan sabar, jangan ingkar, jangan melanggar dan jangan melakukan perbuatan-perbuatan mungkar yang malah bisa menambah kehidupan semakin sukar, namun hendaknya kita meningkatkan amal-amal kebaikan seperti bersedekah untuk meringankan beban penderitaan bagi saudara-saudara kita yang kehilangan penghasilan dan mengalami kesulitan dalam kehidupan. Perbuatan baik yang demikian insya Allah akan mampu menolak bencana yang menyedihkan dan perbuatan demikian adalah merupakan salah satu cara untuk memulihkan keadaan karena amal kebajikan bisa menjadi lantaran turunnya keberkahan dari Allah Tuhan yang banyak memberi kenikmatan. Dan marilah kita khusnudzon (berprasangka baik) kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, bahwa Dia akan segera mengembalikan kondisi seperti semula dan akan tetap terus menurunkan nikmat serta anugrah – Nya untuk negeri kita Indonesia tercinta yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

            Pandemi Virus Corona atau covid 19 yang kini telah melanda  di hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, sifatnya adalah ujian, bukan udzur atau suatu halangan . Oleh karena itu pada bulan suci Romadhon orang islam yang mukalaf, yaitu orang yang sudah baligh dan berakal sehat tetap diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa romadhon sebulan penuh, kecuali orang yang terkena udzur seperti sakit yang jika penderitanya menjalankan puasa maka penyakitnya akan bertambah parah ( fungsi organ tubuhnya bisa rusak ) atau memperlambat masa penyembuhan.

            Allah SWT Tuhan Yang Maha Adil akan selalu membalas semua amal perbuatan hamba-Nya termasuk akan membalas amal ibadah puasa yang di antaranya  adalah berupa maghfiroh (pengampunan), semua amal kebaikan akan dilipat gandakan mulai dari sepuluh hingga tujuh ratus lipatan , dibukanya pintu surga dan sebagainya. Namun tidak semua orang bisa mendapatkan balasan yang sangat menarik dan begitu menyenangkan, kecuali orang yang sanggup melakukan dua rukun puasa dengan sempurna .Pertama niat yang dilaksanakan setiap malam sebelum imsak untuk puasa siang harinya, kedua menjaga hal-hal yang membatalkan puasa seperti udut, muntah yang di sengaja, memasukkan sesuatu di dalam lobang yang ada di badan dan sebagainya. Dan di samping menjalankan rukun juga harus sanggup menahan diri untuk tidak melakukan lima perkara yang merusak pahala puasa, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi SAW yaitu berbohong, menggunjing, adu-adu, sumpah palsu dan melihat dengan syahwat.

Tag: , , ,