Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang jadi “Pesantren Siaga Candi Hebat”


Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, Kecamatan Mijen, Kota Semarang dijadikan sebagai percontohan “Pesantren Siaga Candi Hebat”, Kamis (9/7) siang. Dengan itu seluruh santri yang ada di lingkungan pesantren wajib menerapkan protokol kesehatan.

Peresmian “Pesantren Siaga Candi Hebat” ditandai secara simbolik dengan penyerahan bantuan peralatan kesehatan penanggulangan Covid-19. Dilakukan oleh Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Auliansyah Lubis kepada perwakilan Pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi, KH Nadlirin, disaksikan pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi, KH. Masruchan Bisri jajaran tamu undangan, pengurus, dewan asatidz, dan para santri.

Kombes Pol Auliansyah Lubis, S.I.K,MH,  menyatakan dengan peresmian tersebut, maka seluruh santri yang ada di lingkungan pondok wajib menerapkan protokol kesehatan. “Mulai dari pengecekan suhu tubuh saat masuk pondok, pakai masker, cuci tangan sampai jaga jarak,” katanya. KH Nadlirin menyambut baik pelaksanaan Pesantren Siaga Candi Hebat ini, sebagai upaya bersama dalam memutus mata rantai Covid 19.

“Kami sangat berbahagia atas dukungan Polrestabes Semarang dan jajarannya, membantu pondok kami dalam penanggulangan Covid 19 di lingkungan pondok,” katanya. Ini juga sebagai persiapan Ponpes Askhabul Kahfi yang akan memulai tahun ajaran baru di era tatanan hidup baru (new normal).

Setengah Kapasitas Ruang Kelas

Sementara itu, Lurah Ponpes Askhabul Kahfi, Muhammad Rikza Saputro, menambahkan, pelaksanaan protokol kesehatan sudah dilaksanakan pihaknya sejak pemerintah mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Kami langsung terapkan protokol kesehatan secara ketat, mulai dari pengecekan suhu tubuh saat masuk lingkungan pondok, memakai masker dan menyediakan tempat cuci tangan di setiap sudut pondok,” tutur Rikza. Bahkan, imbuh Rikza, dalam penerapan jaga jarak di lingkungan pesantren, pihaknya juga mengurangi tempat belajar di ruang kelas.

“Kalau sebelum adanya Covid-19, satu kelas diisi 30 meja belajar untuk 30 siswa. Maka sekarang kita kurangi menjadi 15 siswa dalam satu kelas.  Selain itu, kami juga menyediakan ruang isolasi mandiri, tapi mudah-mudahan tidak terpakai,” harapnya.

Sebelumnya, ribuan santri Ponpes Askhabul Kahfi Mijen, Kota Semarang dipulangkan lebih cepat dari jadwal libur semestinya. Langkah tersebut diambil sebagai upaya antisipasi penyebaran wabah yang belakangan ini merebak. Namun kebijakan ini dikecualikan bagi santri yang tinggal di daerah zona merah (berisiko tinggi) dan di luar Pulau Jawa. Proses pemulangan para  santri yang berjumlah sekira 2.300 orang dijadwalkan secara bertahap sejak 30 Maret 2020 hingga 1 April 2020 lalu mulai dari jenjangan pendidikan SMP/MTS hingga SMK/MA.