SETELAH AKU MENDENGAR DAN MEMBACA


Assalamu`alaikum Wr Wb

SETELAH AKU MENDENGAR DAN MEMBACA

Penghuni neraka yang paling berat dan paling dasar adalah orang – orang munafiq, mengingat akibat perbuatan mereka sangat membahayakan. Munafiq terbagi menjadi 2 yaitu pertama munafiq i`tiqodi dan kedua munafiq amali. Tanda – tanda orang munafiq ada 4, salah satunya adalah berbohong ( hoax ). Semua hukum / aturan yang di ciptakan oleh manusia sifatnya mesti ijtihadi karena yang bersifat qoth`i ( pasti ) adalah hanya hukum yang di ciptakan dari Allah SWT. Oleh karena itu dalam setiap menghadapi suatu permasalahan hendaknya berhati – hati, teliti dan cermati terlebih dahulu serta jangan tergesa – gesa untuk melakukan suatu tindakan baik secara pribadi atau melibatkan banyak orang, berpikirlah dengan jernih, pertimbangkan dengan matang dan jauhilah kedengkian serta kesombongan lalu ambillah kesimpulan dan kemudian bersikaplah dengan penuh kejujuran, obyektif dan transparan.

Biarkan semuanya berjalan di atas rilnya masing – masing jangan di ganggu apalagi di hancurkan, bersabarlah sambil menunggu pembuktian, jika di temukan suatu kekurangan maka sampaikan dengan landasan penuh kasih sayang demi kemaslahatan semua orang. Orang yang beriman pasti tidak akan membuat kerusakan karena ia tahu bahwa Allah tidak menyukai orang – orang yang berbuat kerusakan. Orang sholeh pasti tidak akan menyebarkan fitnah karena ia tahu bahwa fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan. Orang yang bertaqwa pasti tidak akan mengadu domba karena ia tahu, orang yang suka mengadu domba tidak akan masuk surga.   

Saya yakin, bagi orang yang percaya akan adanya kehidupan setelah kematian maka ia selalu menjauhi perbuatan – perbuatan dosa, terlebih dosa – dosa yang bersifat muta`adi ( berkembang ) yaitu dosa – dosanya orang – orang yang mengikuti seseorang yang mengajak atau mencontohi perbuatan dosa, dan sedikit atau banyaknya dosa tergantung yang mengikutinya. Sungguh sangat celaka orang yang demikian, karena dosa – dosanya semakin berkembang sementara kebaikannya terus berkurang.

Memiliki cita – cita atau harapan untuk mendapatkan keberuntungan adalah suatu keniscayaan bagi setiap orang. Namun, untuk menggapainya harus sesuai dengan ajaran Al Qur`an dan Assunnah. Pertama, berusaha semaksimal mungkin dan menjalankan aturan – aturan yang telah di tentukan. Kedua, memperbanyak do`a kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan karena Allah tidak akan mengabulkan do`a dari orang yang hatinya lupa. Dan yang ketiga, bertawakal atau pasrah kepada Allah Tuhan yang mentakdirkan segala sesuatu dan yang mengetahui semua rahasianya. Setelah semua ini di laksanakan dengan sungguh – sungguh, maka terimalah apa yang akan diputuskan oleh Allah SWT. Jika berhasil, bersyukurlah dan jika belum, bersabarlah dan tetap berprasangka baik kepada Allah SWT karena Allah, selalu mengikuti prasangka hambanya.

Marilah kita tetap bekerja dengan giat, marilah kita tetap berjuang dengan bersungguh – sungguh, dan marilah kita tetap senantiasa berbuat kebaikan karena Allah senantiasa beserta orang – orang yang berbuat kebaikan ( al muhsinun ).

Sekian terima kasih atas perhatian.

Wallahul muwafiq ila aqwamith-thoriq

Wassalamu`alaikum Wr Wb

Al Khaqir wal faqir Masruchan Bisri

Pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi