Jl. Raya Cangkiran-Gunungpati, Kota Semarang 50216 +62 856-0150-5818

4 PERKARA YANG MEMBAWA KEBERUNTUNGAN

SUARA MERDEKA, RABU WAGE, 9 JANUARI  2019 / 2 DJUMADIL AWWAL 1440 H
TRIBUN JATENG,  JUM`AT KLIWON, 25 JANUARI 2019 / 18 DJUMADIL AWWAL 1440 H

SEMARANG,- Muhasabah wat Tarbiyah di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi merupakan suatu kegiatan pesantren yang bersifat situasional, termasuk menyambut kedatangan para santri setelah libur panjang semester awal. Ribuan santri mendengarkan nasihat dan arahan pengasuh ponpes, di Kampus 3 Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Dalam acara ini, pengasuh ponpes memberikan arahan dan nasihat kepada para santri, supaya mampu melaksanakan 4 perkara yang bisa mendatangkan keberuntungan.

            Manusia yang hancur dan rugi adalah manusia yang ketika di dunia ini hidupnya hanya digunakan untuk mencari harta benda dan bermegah-megahan dengannya sampai masuk ke dalam kubur. Sebagaimana yang Allah jelaskan dalam Surat At-Takaatsur. Dan sebaliknya orang-orang yang beruntung ialah mereka yang sanggup menggunakan waktunya untuk hal-hal penting dan bermanfaat. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah dalam Surat Al-Ashr.

Tafsir Surat al Ashr

           Dinamakan Surat Al-Ashr karena Allah SWT bersumpah dengan masa di awal surat ini. Al –Ashr yang artinya masa, dibuat bersumpah oleh Allah SWT, karena masa/waktu mempunyai beberapa keajaiban, berupa keadaan senang dan susah, sehat dan sakit, kaya dan miskin, mulia dan hina, serta didalam waktu, terdapat berbagai pelajaran, pergantian siang dan malam, gelap dan terang silih berganti, perubahan kejadian, kondisi dan kemaslahatan, semua itu menunjukan eksistensi Allah SWT serta ke-esaan dan kesempurnaan kekuasaan-Nya.

            Masa terbagi menjadi tahun, bulan, hari, jam, menit dan detik. Dalam surat sebelumnya ( At-Takaatsur) Allah SWT menjelaskan, bahwa sibuk dengan perkara dunia dan tenggelam didalamnya, merupakan sesuatu yang tercela dan akan menghancurkan manusia. Maka dalam surat ini ( Al-Ashr ) Allah akan menjelaskan prinsip-prinsip besar dalam Islam dan pedoman kehidupan serta perkara yang harus dibuat sibuk oleh manusia. Mengingat pentingnya surat ini, Imam Asy-syafi`i, berkata :” Seandainya manusia memikirkan surah ini, pastilah surah ini cukup bagi mereka”.

            “وَالْعَصْرِ ” : qosam (sumpah) dan jawabnya adalah kalimah “اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ ”, kata  “الْاِنْسَان ”, “Al”-nya adalah “ istighroqil jinsi ” ( mencakup semua jenis ), laki-laki maupun perempuan, bangsa arab atau bangsa `ajam, berkulit putih atau berkulit hitam,dsb. Kata  “ الْاِنْسَان ” ( Ithlaqul ba`dhi wa irodati kulli ), menyebut sebagian dan yang dimaksud adalah semuanya, dengan dalil “istitsna`” (pengecualian). “ الْاِنْسَان ” berarti “النَّاس ” (manusia/semua orang), “لَفِيْ خُسْرٍ ” dinakirohkan bertujuan untuk ta`dzim (membesarkan),” خُسْرٍ ” bermakna kerugian besar. “اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ ”,artinya “sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian besar”. Imam Ar-rozi, berkata :” Ayat ini merupakan peringatan, bahwasanya asli karakter manusia itu berada dalam kerugian besar”.

(Penjelasan) Sumpah Allah dengan masa/waktu ini, merupakan dalil dan kemuliyaan waktu, semua manusia sungguh berada dalam kerugian besar, dalam berusaha dan beramal selama di dunia ini, kecuali orang-orang yang dikecualikan oleh Allah SWT. Mereka adalah orang-orang yang akan mendapat keberuntungan yaitu mereka yang mau melaksanakan 4 perkara :

Leave a Reply