Jl. Raya Cangkiran-Gunungpati, Kota Semarang 50216 +62 856-0150-5818

Nasehat dan harapan untuk Wali Santri

Kita semua pasti mengerti bahwa Pesantren bukan tempat rekreasi, Pesantren bukan tempat bermain-main dan bukan tempat bersenang-senang. Namun, pesantren adalah tempat pendidikan, penggemblengan, dan penempaan para santri agar kelak menjadi anak sholeh dan sholehah yang berguna untuk umat, masyarakat, Agama, Bangsa dan Negara.

Kita semua juga pasti mengetahui, bahwa Pesantren memiliki peraturan dan tata tertib yang harus dihormati dan ditaati oleh seluruh Santri, agar kelak di kemudian hari menjadi qurrota a’yun (penyejuk hati) dan menurut istilah orang kuno, mampu mikul duwur Mendem Jero terhadap orang tuanya masing-masing (di dunia mengharumkan dan di akhirat memberi syafaat).

Kami sangat yakin, bahwa para wali Santri yang baik, bijak dan mendambakan putra-putrinya menjadi orang yang sukses (bahagia dunia akhirat) tentu, tidak hanya sekedar mengetahui dan mengakuinya, tetapi ikut berpartisipasi, mendukung, dan mendorong putra-putrinya agar disiplin serta mengikuti petunjuk dan peraturan yang ada. Bukan malah sebaliknya, yaitu tidak mau tahu, selalu menuruti hawa nafsu, melakukan sesuatu tanpa pertimbangan, memaksakan kehendak, yang penting senang tidak urusan kalau itu melanggar peraturan.

Kami sangat khawatir terhadap wali santri yang sembarangan dan berakhlak tidak terpuji ini, dibalas oleh Allah SWT Yang Maha Adil, dengan kegagalan anaknya, ilmunya tidak bermanfa`at, dan menjadi orang sembarangan (sembarangan ekonominya, sembarangan kehidupannya dan sembarangan ibadahnya), akibat polah tingkahnya orang tua (kelakuan orang tua) yang tidak terukur, dan kurang tanggung jawab.

Perlu kita ketahui bersama, bahwa suksesnya pendidikan itu ditopang oleh empat unsur, yaitu pertama lembaga pendidikan (pesantren), kedua anak didik, ketiga orang tua /wali dan keempat lingkungan (pergaulan).
Untuk itu, marilah kita saling bersinergi dan berta’awun (tolong menolong) dalam rangka mewujudkan cita-cita kita bersama, dan marilah kita kasihi buah hati belahan jantung kita, marilah kita perhatikan darah daging kita, dan marilah kita memberi contoh, membimbing,dan mengarahkan anak-anak kita menuju jalan yang lurus yang diridhoi oleh Allah SWT.

Jika kita belum tahu tentang sesuatu dan kita ingin tahu, maka sesuai dengan petunjuk Al-quran, kita hendaknya bertanya kepada orang yang tahu agar kita tidak melakukan suatu tindakan yang keliru.

Dan jika ada perselisihan atau perbedaan pandangan, maka kita tidak boleh bersikap sok tahu, apalagi sok jagoan, karena ini adalah larangan Al-quran, tetapi kita hendaknya berdiskusi dengan tenang untuk mencari kebenaran, agar kita terhindar dari tindakan bias dan diluar kesopanan, yang akibatnya merugikan dan memalukan.
Dan selanjutnya mari kita renungkan dua hadist dan dua maqolah dibawah ini :

Hadist,


إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ (١

Apabila Allah menghendaki seseorang hamba yang besar disisi Nya (عظيما عند ربه) maka Allah akan banyak mengujinya terlebih dahulu.

اِذَا اَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ مُحِبًّا اَلْصَقَ بِهِ الْبَلَايَا (٢

Apabila Allah menghendaki seorang hamba yang akan dicintai (oleh Nya) maka Allah akan menimpakan banyak balak terlebih dahulu (banyak ujian).

Maqolah:

مَنْفَعَةُ الْعِلْمِ بِقَدْرِ الْتَّعَبِ (١

Manfaatnya ilmu tergantung jerih payah yang dialaminya.

بِقَدْرِ مَا تَتَعَنَّى تَنَالُ مَا تَتَمَنَّى (٢

Seberapa susah payah yang kamu alami, seperti itu pula cita-citamu terijabahi (cita-cita akan tercapai sesuai dengan jerih payah yang dilakoni).

Dan yang terakhir, marilah kita amalkan perintah Allah SWT QS. Al baqarah ayat 195:

وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ﴿البقرة : ۱۹۵﴾

‘Berbuat baiklah kalian Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik’ (QS. Al-Baqarah: 195)
Jika kita dicintai oleh Allah maka kita akan selamat di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, marilah kita terus-menerus berbuat baik, tanpa pamrih dan mengharap balasan dari siapapun, kecuali balasan dan ridlo dari Allah SWT.
Sekian dan demikian terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas segala kesalahan.

Al-khakir wal faqir Masruchan Bisri khodim Ponpes Askhabul Kahfi

11 Responses
    1. Siti Syaidah

      Assalamualaikum
      Alhamdulillah barokallah smga slalu dlm penjagaan Allah dan ilmunya bermanfaat BG dirinya dan sesama.
      Terima kasih atas bimbingan , perhatian dan ilmu yg di berikan of para santri.smga menjadi ladang amal di Yaumil akhir nanti.aamiin
      Wassallam

  1. HARDI

    Assalammualaikum wr wb
    Kami sebagia wali santri sangat sangat setuju Pa Yai, atas apa saja yang di lakukan pondok terhadap santri atau anak2 kami, dan termasuk peraturan2 atau kebijakan yang di keluarkan pondok, itu semua pasti yang terbaik untuk wali santri , santri itu sendiri, dan pondok tempat menuntut ilmu, dan saya sangat setuju pondok BUKAN TEMPAT REAKREASI, sehingga MATA DI LUAR SANA TIDAK MEMANDANG REMEH PONDOK, TERLEBIH LEBIH ORANG YANG BERBEDA KEYAKINAN,
    Terapkan saja peraturan yang sudah di buat oleh pondok dan komitmen di jalankan,
    Pondok yang mempunyai ketegasan yang berlandaskan Insaallah akan melahirkan santri yang kuat, disiplin, dan tangguh yang siap terjun ke masyarakat.
    AYO PARA WALI SANTRI, BANTU PONDOK KITA INI UNTUK MEWUJUDKAN MENCETAK GENERASI YANG TIDAK LEBAY, TIDAK PANTANG MENYERAH
    serahkan sepenuh anak kita untuk digemleng oleh pondok, berikan kepercayaan pada mereka Pa Yai, Pa Ustad, dan Ustajah
    Akhir kata saya doakan semoga pa pengasuh pondok diberikan kesehatan, ketabahan, dan kekuatan dalam mendidik anak anak kami

    SALAM SEHAT UNTUK KITA SEMUA,,,SELALU PATUHI PROTOKOL KESEHATAN

  2. Tuti Alawiyah

    Saya dah baca .Hati sayapun terenyuh membacanya .saya mohon saya titip putri saya tafana yumna .saya nggk bisa lihat masa depan anak saya hancur.Saya percayakan anak saya kepada pihak ponpes.terima kasih .Kemarin2 saya agak emosi dikarenakan anak saya bisa keluar ponpes tanpa ijin bersama orang tua.Dan kami sebagai orang tuapun mengetahui sudah 2kali anak kami janjiyan dengan cowok yg juga .mondok diaska jujur saya sangat amat khawatir .Alhamdulillah Allah masih melindungi.setiyap kali anak kami janjiyan akan kerumah si cowo selalu gagal .Saya mohon kedisiplinan dan perhatiyannya diperketat lagi agar tidak terulang kembali.terima kasih.

  3. Sri nur djanah

    Terima kasih atas nasehat yg telah Abah sampaikan. In syaa Allah sangat bermanfaat sekali bagi wali santri dan khususnya para santri, santriwati. Aamiin

Leave a Reply