Muhasabah wa Tarbiyah Menyongsong Bulan Suci Romadhon 1441 H / 2020 M


Assalamu’alaikum wr wb



Marhaban ya Romadhon, bulan suci, bulan yang penuh barokah dan penuh maghfiroh
Anak – anak santri yang saya cintai dan yang saya banggakan.

Pertama, mari kita bersyukur kepada Allah Tuhan yang telah banyak melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya terhadap kita semua, untuk itu marilah kita menjadi orang yang banyak bersyukur dan jangan sekali – kali menjadi orang yang kufur.

Anak – anak santri yang saya cintai


Kita semua tahu bahwa hukum melaksanakan puasa di bulan suci Romadhon adalah fardhu ‘ain bagi setiap orang islam yang sudah mukallaf ( sudah baligh dan berakal sehat ). Saya tahu bahwa semua santri Askhabul Kahfi sudah mukallaf, oleh karena itu wajib bagi kalian semua untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Romadhon. Pandemi Corona sifatnya hanya ujian bukan suatu udzur atau halangan. Orang mukallaf di perbolehkan untuk tidak berpuasa manakala terkena udzur, seperti sakit yang apabila penderitanya melakukan puasa maka penyakitnya akan bertambah parah ( rusaknya fungsi organ tubuh ) atau memperlambat masa penyembuhan. Dan atau sedang berpergian ( safar ), musafir yang diperbolehkan tidak berpuasa adalah orang yang melakukan perjalanan jauh sehingga mendapatkan rukhsoh ( keringanan ) untuk melakukan sholat jama’ dan qoshor ( 87 KM ), dan perjalanan tersebut bukan untuk melakukan kemaksiatan dan ukan kepaung / tanpa tujuan yang jelas ( ha’im ).

Selanjutnya you need to know bahwa ibadah puasa tidak boleh dilakukan dengan asal – asalan atau ikut – ikutan tanpa pengetahuan, karena ibadah yang dilakukan dengan cara seperti ini maka akan tertolak dan tidak akan mendapatkan balasan . Lebih – lebih ibadah puasa yang balasannya sangat luar biasa diantaranya dilipat gandakannya amal kebaikan mulai dari sepuluh hingga tujuh ratus lipatan, di bukanya pintu surga, dan lain sebagainya. Balasan ini akan bisa diperoleh manakala dilaksanakan dengan baik dan benar menurut syariat serta ikhlas yaitu puasa yang dilakukan dengan memenuhi syarat dan rukunnya.

Adapun rukun puasa ada 2 :


Pertama, melaksanakan niat pada malam hari sebelum imsak untuk puasa siang harinya, demikian di lakukan setiap malam selama 1 bulan. Apabila tidak melaksanakan niat baik sengaja atau lupa dan atau niat setelah imsak maka puasanya tidak sah, atau dengan ungkapan lain orang yang tidak niat pada waktu malam hari atau niat setelah imsak, maka orang tersebut tetap wajib menjalankan puasa ( menjaga semua hal – hal yang membatalkan puasa ), namun tidak terhitung ibadah puasa dan wajib mengqodho’ ( menyaur ).
kedua yaitu menjaga semua hal – hal yang membatalkan puasa seperti makan, merokok,
memasukkan barang ke lobang badan, muntah dengan sengaja dan lain sebagainya.


Tanbih dan inviting


Anak – anak santri yang saya cintai, marilah di bulan mulia ini kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Tuhan Yang Maha Suci dengan memperbanyak dzikir, membaca Al Qur’an, membaca sholawat, belajar, muthola’ah, berbakti kepada kedua orang tua dan berakhlaq mulia kepada siapa saja. Nabi Muhammad SAW bersabda : Bertaqwalah kepada Allah dimanapun kamu berada, ikutilah / iringilah perbuatan jelek itu dengan perbuatan baik, maka perbuatan baik itu akan melenyapkan perbuatan yang jelek (segera bertaubat dan merubah dari yang jelek ke yang baik ), dan berakhlaqlah / bergaulah kepada orang dengan akhlaq yang baik.

Indar / warning


Anak – anak santri yang saya cintai , apapun perbuatan yang kalian lakukan maka semua akibat akan kembali kepada dirimu sendiri, baik dalam waktu cepat, lambat , dunia dan akhirat. Dalam kitab Ihya’ ‘ulumuddin di tuturkan : “Orang yang berbuat baik, manfaat kebaikan itu akan kembali kepada dirinya sendiri dan orang yang berbuat jelek maka madhorot kejelekannya akan menimpa pada diri sendiri pula. Oleh karena itu anak – anak yang saya cintai, perbanyaklah amal – amal kebaikan dan tinggalkanlah amal – amal keburukan, kalau demikian kalian akan menjadi wonderfull people, noble people, dan usefull people.

Sekian dan demikian, ini adalah nasihat dari orang yang selama ini selalu memperhatikanmu, mengasuhmu, menuntunmu, menyanyangimu dan mendo’akanmu serta mengharapkanmu menjadi anak yang sholih / sholihah selamat dunia sampai akherat.


Wassalamu’alaikum wr wb

Al faqir wal khaqir Masruchan Bisri


Khodim Ponpes Askhabul Kahfi